<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>noname</title>
	<atom:link href="http://rahmadianti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmadianti.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Sep 2008 10:42:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rahmadianti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>noname</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rahmadianti.wordpress.com/osd.xml" title="noname" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rahmadianti.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Buat Yang Mau Nikah</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/09/25/buat-yang-mau-nikah/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/09/25/buat-yang-mau-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 10:42:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit of My life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[(Copy dari milis) 15 Ciri Calon Suami yang Baik   SETIAP perempuan pasti punya kriteria lelaki idaman. Apakah pasangan Anda memiliki beberapa poin dari 15 ciri berikut? Jika iya, berarti dia calon suami yang baik.  1. Penuh Semangat Dia bangun bersama terbitnya matahari, selalu bersemangat menyambut hari baru, bersenandung (meski kecil) saat mengendarai mobil menuju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=60&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Copy dari milis)</p>
<p>15 Ciri Calon Suami yang Baik<br />
 </p>
<p>SETIAP perempuan pasti punya kriteria lelaki idaman. Apakah pasangan Anda memiliki beberapa poin dari 15 ciri berikut? Jika iya, berarti dia calon suami yang baik. <br />
1. Penuh Semangat<br />
Dia bangun bersama terbitnya matahari, selalu bersemangat menyambut hari baru, bersenandung (meski kecil) saat mengendarai mobil menuju kantor? Lelaki yang penuh keriangan di pagi hari berarti siap menghadapi kesulitan hidup. Dengan rasa syukur dan semangat hidupnya yang tinggi, segala masalah yang muncul dalam pernikahan nanti pasti bisa diatasi.</p>
<p>2. Tak Pelit Bilang Cinta<br />
Apakah dia selalu mengatakan dan menunjukkan rasa sayang pada Anda setiap hari meski lewat momen kecil? Menurut penelitian, menyatakan rasa sayang secara teratur merupakan hal terpenting yang mendatangkan kepuasan dalam sebuah perkawinan. Jika saat ini Anda memiliki kekasih seperti itu, Anda sudah mendapat pasangan yang baik.</p>
<p>3. Punya Selera Humor<br />
Dia senang tertawa bersama Anda (tapi bukan menertawakan Anda). Dia tahu bahwa menertawakan orang lain itu tidak lucu. Dia juga tahu bagaimana memandang sisi terang dari sesuatu. Lelaki periang ini baik untuk Anda.</p>
<p>4. Take Care Him Self<br />
Dia tak hanya peduli pada kerapian dan keserasian berpakaian. Namun, dia juga peduli pada kesehatan dengan menjaga makanan, meluangkan waktu berolahraga dan cukup tidur. Kalaupun minum alkohol dan merokok, dia tahu batas. Percaya atau tidak, dia akan berada di sisi Anda untuk waktu lama.</p>
<p>5. Bisa Bilang Maaf<br />
Dia selalu minta maaf saat berbuat salah atau menyakiti perasaan Anda, berusaha tak mengulangi kesalahan, dan belajar dari kesalahan sehingga hubungan Anda dan dia berkembang baik. Dia juga mengerti bahwa dengan mengatakan  maaf tidak akan mengurangi kejantanannya. He is a gentleman.</p>
<p>6. Bertanggung Jawab<br />
Dia menikmati pekerjaan dan berusaha mengerjakan dengan baik. Dia siap menjalankan proyek baru, beserta tantangannya. Dia berbagi semangat kerja dengan Anda dan berusaha mengatasi kejenuhannya. Lelaki seperti ini tak hanya mencari nafkah lho. Dia senang bekerja dan bertanggung jawab.</p>
<p>7. Mau Bekerja Sama<br />
Apakah dia peduli bahwa beban dalam sebuah hubungan harus dibagi adil? Dia juga mau menyingsingkan lengan baju tanpa diminta? Jika dia mau melakukan pekerjaan meski sangat sepele, pasti menyenangkan memiliki lelaki ini di sekitar kita.</p>
<p>8. Satu Visi<br />
Anda ingin punya apartemen di tengah kota, city car, dan satu anak saja, dia setuju. Artinya dia juga ingin menjalani gaya hidup seperti Anda. Meski ini masalah kesepakatan, apa pun impian Anda, bagilah dengannya. Jika dia punya visi yang sama dengan Anda, lanjutkan ke jenjang berikutnya.</p>
<p>9. Romantis<br />
Lelaki ini memang agak sulit dicari. Setidaknya jika dia ingat kapan ulang tahun Anda, senang mengajak Anda naik komedi putar dan berjalan di bawah cahaya bulan, memilih hadiah ulang tahun yang tepat, mengirim SMS berisi puisi indah (meski hanya forward), dan membuat Anda bahagia sebagai perempuan, dialah pangeran pujaan Anda.</p>
<p>10. Punya Etika<br />
Dalam bersikap, dia tidak tergesa-gesa dan berusaha mempertimbangkan perasaan orang lain. Dia berusaha mematuhi hukum yang berlaku dan tidak mencurangi aturan main meski bermain sendiri. Tidak ada lelaki yang lebih baik dari lelaki etis ini.</p>
<p>11. Bisa Diandalkan<br />
Dia berusaha menepati janji, datang ke pertemuan tepat waktu, memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya dengan senang hati. Apa yang ia katakan sama dengan yang dimaksudkan. Persiapkan diri Anda menjalani kehidupan yang menyenangkan bersama lelaki ini.</p>
<p>12. Senang Bermain<br />
Hidup pasti akan menyenangkan jika dilalui bersama lelaki yang tahu cara melewatkan waktu senggang. Dia tak hanya bisa mencari kegiatan selain nonton teve, tapi juga bisa hidup tanpa ponsel dan laptop saat liburan bersama Anda.</p>
<p>13. Calon Ayah Yang Baik<br />
Apakah dia punya perhatian besar pada anak-anak? Mau membantu mengasuh anak? Dan menurutnya anak-anak lucu dan menakjubkan? Bahkan dia sudah berpikir menyiapkan tabungan untuk keperluan anaknya nanti? Untuk semua jawaban ya di atas, Anda boleh menikahi lelaki ini.</p>
<p>14. Menghargai Privasi<br />
Punya kehidupan sendiri membuatnya merasa tidak perlu memiliki Anda setiap saat. Dia mengerti dan tak keberatan ketika Anda meminta waktu untuk bertemu teman-teman Anda. Dia juga mengerti untuk meninggalkan ruangan saat Anda bicara dengan sahabat atau ibu di telepon.</p>
<p>15. Pacar Perhatian<br />
Memang tak ada panduan pasti untuk mengukur seberapa baik dan perhatian seseorang. Namun, jika Anda merasa dicinta, bersamanya Anda merasa luar biasa secara fisik dan emosional serta ada rasa damai saat di sisinya, berarti Anda sudah menemukan orang yang tepat.</p>
<p>Jika belum menemukannya, jangan menyerah. Dia pasti ada di suatu tempat di luar sana. Percaya deh!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=60&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/09/25/buat-yang-mau-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CUKUP</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/08/13/cukup/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/08/13/cukup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 01:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit of My life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[(Copy paste dari milis tetangga sebelah) Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata &#8220;cukup&#8221;. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=49&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Copy paste dari milis tetangga sebelah)</p>
<p>Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali<br />
adalah kata &#8220;cukup&#8221;. Kapankah kita bisa berkata cukup?<br />
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan<br />
sepadan dengan kerja kerasnya.<br />
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya<br />
masih dibawah target.<br />
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.<br />
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.<br />
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.<br />
Semua merasa kurang dan kurang.<br />
Kapankah kita bisa berkata cukup?</p>
<p>Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.<br />
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.<br />
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.<br />
Tak perlu takut berkata cukup.<br />
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti<br />
berusaha dan berkarya.<br />
&#8220;Cukup&#8221; jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg<br />
dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita<br />
melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum<br />
kita dapatkan.<br />
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit<br />
berkata cukup.<br />
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri<br />
kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.</p>
<p>Belajarlah untuk berkata &#8220;Cukup&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=49&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/08/13/cukup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Tips Perkawinan awet</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/28/10-tips-perkawinan-awet/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/28/10-tips-perkawinan-awet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 02:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit of My life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Copy dari milis tetangga sebelah, buat refleksi g ke depan 1. Bersiaplah untuk berkorban. Setiap individu yang mengikatkan diri dalam perkawinan mau tak mau harus siap berkorban bagi pasangannya. Kadang dalam masalah kecil saja, dituntut pengorbanan yang besar. Contohnya, Anda baru sampai di pintu rumah dan merasa capek, tapi suami ternyata mengeluh badannya meriang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=33&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Copy dari milis tetangga sebelah, buat refleksi g ke depan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>1. Bersiaplah untuk berkorban.</p>
<p>Setiap individu yang mengikatkan diri dalam perkawinan mau tak mau harus<br />
siap berkorban bagi pasangannya. Kadang dalam masalah kecil saja,<br />
dituntut pengorbanan yang besar. Contohnya, Anda baru sampai di pintu<br />
rumah dan merasa capek, tapi suami ternyata mengeluh badannya meriang<br />
dan minta dikerokin. Tentu niat semula hendak langsung beristirahat<br />
harus langsung dikesampingkan. Pengorbanan ini Anda dahulukan karena<br />
perhatian pada suami Anda anggap jauh lebih penting daripada rasa capek.<br />
Tentu saja pengorbanan semacam ini harus datang dari kedua belah pihak.<br />
Bila salah satu bersikap egois, tentu saja dapat menjadi pemicu<br />
munculnya perasaan kesal dan diperlakukan tak adil.</p>
<p>2. Tetap punya waktu untuk diri sendiri.</p>
<p>Sangatlah menyenangkan bila Anda memiliki kegiatan atau hobi yang dapat<br />
dilakukan bersama. Tapi jangan lupa, Anda juga perlu melakukan sesuatu<br />
atau berkegiatan sendiri tanpa didampingi pasangan. Punya waktu sendiri<br />
memberi kesempatan Anda untuk berpisah sementara dengan pasangan. Di<br />
saat ini, Anda dapat dengan jernih merefleksikan kembali kehidupan cinta<br />
Anda berdua. Kemudian melakukan koreksi diri tentang hal-hal yang perlu<br />
Anda lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan perkawinan dan menghindari<br />
kebosanan karena berduaan terus. Disamping itu, sendirian sejenak dapat<br />
dimanfaatkan untuk mengevaluasi seberapa jauh Anda kangen pada pasangan.</p>
<p>3. Memelihara keintiman dan romantisme.</p>
<p>Suami-istri yang sudah cukup lama berumah tangga kadang kurang peduli<br />
terhadap hal yang satu ini. Tak ada lagi kata-kata pujian, makan malam<br />
bersama, bahkan perhatian pun kerap jadi barang mahal. Padahal kunci<br />
hubungan yang sukses adalah melakukan hal-hal kecil yang berharga bagi<br />
pasangan. Melalui gerak tubuh, kata-kata penuh cinta dan perhatian<br />
kecil, rasa cinta dapat tetap terpelihara. Justru ungkapan emosi yang<br />
positif terhadap pasangan menjadi &#8220;tabungan&#8221; bagi hubungan emosi mereka.<br />
Jika &#8220;rekening&#8221; masing-masing sama besarnya, dijamin hubungan akan tetap<br />
berlangsung manis di masa datang. Entah sekadar memberi sekuntum bunga,<br />
mencium pipi, menggandeng tangan, saling memuji, atau berjalan-jalan<br />
menyusuri tempat-tempat romantis, akan kembali memercikkan rasa cinta<br />
kepada pasangan hidup.</p>
<p>4. Pandai mengatur keuangan keluarga.</p>
<p>Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini, khususnya<br />
pasangan suami-istri muda perkotaan, adalah untuk mencari nafkah.<br />
Artinya, faktor ekonomi tak bisa dianggap remeh. Bayangkan, apa yang<br />
bakal terjadi seandainya rumah tangga tak ditopang oleh kondisi<br />
finansial yang memadai. Mengatur ekonomi keluarga secara benar juga akan<br />
memberi rasa aman dan bahagia.</p>
<p>5. Berbagi tugas rumah-tangga dan pengasuhan anak.</p>
<p>Kedua hal ini memberi kesempatan kepada pasangan untuk bekerja sebagai<br />
tim yang solid. Kegiatan membereskan rumah dan mengasuh anak dapat<br />
menjadi sarana mempererat tali perkawinan.</p>
<p>6. Komunikasi jujur dan terbuka.</p>
<p>Komunikasi merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri.<br />
Banyak suami-istri berkurang intensitas komunikasinya karena terlalu<br />
sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal bagaimana komunikasi bisa<br />
terjalin mulus bila pasangan sudah tak saling menyapa. Jadi, cobalah<br />
untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan pasangan. Luangkan waktu<br />
untuk duduk dan ngobrol bersama, sekalipun hanya 5 menit setiap hari.<br />
Sempatkan untuk meneleponnya atau mengirim SMS romantis. Sapaan &#8220;selamat<br />
pagi&#8221; atau &#8220;selamat malam&#8221; di tempat tidur juga dapat dijadikan ajang<br />
berkomunikasi. Intinya, ciptakan komunikasi sehingga masing-masing<br />
pribadi merasa dibutuhkan.</p>
<p>7. Jangan memendam masalah.</p>
<p>Sebenarnya ini merupakan bagian dari komunikasi. Namun pada intinya,<br />
seperti apa pun perasaan Anda dan pasangan, hendaknya selalu<br />
dikomunikasikan. Terutama rasa tidak suka atau yang menyinggung<br />
perasaan. Bila Anda malu atau sungkan karena khawatir mendatangkan<br />
masalah, sebenarnya Anda justru sedang menyimpan bom yang siap meledak<br />
sewaktu-waktu. Rasa marah yang terpendam juga membuat Anda berusaha<br />
menghindari satu sama lain tanpa sebab yang pasti. Jadi, serba enggak<br />
enak, kan? Makanya akan lebih baik bila setiap kali muncul perasaan<br />
marah atau kesal hendaknya dikemukakan saja agar tidak timbul<br />
kesalahpahaman yang berlarut-larut. Namun kemukakan kekesalan Anda<br />
secara santun dan objektif. Artinya, bila Anda kesal/marah, tunjukkan<br />
bahwa Anda hanya ingin dia mengoreksi kelakuannya dan sama sekali<br />
bukannya membenci dia sebagai pribadi.</p>
<p>8. Sadarilah Anda berdua adalah pribadi yang berbeda.</p>
<p>Ini bukan hanya dalam waktu singkat lo, tapi berlangsung untuk<br />
selamanya. Jadi wajar bila ikatan perkawinan akan selalu diwarnai<br />
perselisihan akibat perbedaan. Bukan saja perbedaan pendapat, tapi juga<br />
ketidaksetujuan akibat perbedaan-perbedaan yang lain. Pasangan yang<br />
gagal dalam perkawinan umumnya menaruh harapan terlalu tinggi bahwa<br />
pasangannya akan berubah sesuai keinginan dirinya. Sementara pasangan<br />
yang perkawinannya awet umumnya lantaran menyikapi perbedaan demi<br />
perbedaan dengan bijak. Perbedaan seyogianya tak harus menghancurkan<br />
perkawinan, melainkan justru memperkaya wawasan masing-masing sambil<br />
mencari solusi terbaik dengan selalu memprioritaskan kebahagiaan<br />
perkawinan.</p>
<p>9. Bersikap spontan.</p>
<p>Kebiasaan positif ini dapat diterapkan kapan saja. Misalnya, ingin<br />
menciptakan suasana romantis, mengatur jadwal makan malam di luar,<br />
bercinta, saling memuji, memerhatikan dan lain-lain yang sifatnya<br />
kejutan. Spontanitas ini bermanfaat untuk menghindari kebosanan dalam<br />
perkawinan. Lagi pula siapa sih yang tak suka mendapat kejutan<br />
menyenangkan? Yang penting, kejutan tersebut haruslah tulus dan penuh<br />
rasa cinta.</p>
<p>10. Selalu mengingat hal-hal terbaik dalam diri pasangan.</p>
<p>Apa saja hal-hal terbaik dalam diri pasangan yang membuat Anda mengambil<br />
keputusan untuk menikah dengannya? Selalu mengingat hal-hal terbaik yang<br />
dimiliki pasangan akan selalu menuntun Anda pada sejumlah kenangan manis<br />
yang tiada habisnya. Selain akan membuatnya merasa berharga di mata<br />
Anda. Ingat, hidup perkawinan tak luput dari dinamika hidup. Segalanya<br />
bisa saja berubah. Namun alasan mengapa Anda dulu begitu mencintainya<br />
akan selalu terpatri dalam lubuk hatinya. Begitu juga sebaliknya,<br />
sehingga kedua belah pihak akan selalu bertekad untuk menjaga hal-hal<br />
berharga tadi dan mempertahankan perkawinan.</p>
<p>Untuk menerapkan 10 tip tadi memang tak selalu mudah, tapi percayalah<br />
kunci-kunci ini yang dapat menyelamatkan perkawinan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=33&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/28/10-tips-perkawinan-awet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 KIAT PRAKTIS MENGATASI PERSOALAN HIDUP</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/12/5-kiat-praktis-mengatasi-persoalan-hidup/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/12/5-kiat-praktis-mengatasi-persoalan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 03:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit of My life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[5 KIAT PRAKTIS MENGATASI PERSOALAN HIDUP   Oleh KH. Abdullah Gymnastiar           Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah apa yang disebut masalah atau persoalan hidup. Dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya berpeluang memiliki potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=25&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="ygrp-content">5 KIAT PRAKTIS MENGATASI PERSOALAN HIDUP<br />
 <br />
Oleh KH. Abdullah Gymnastiar<br />
          Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah apa yang disebut masalah atau persoalan hidup. Dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya berpeluang memiliki potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.<br />
          Berarti masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus terus-menerus meningkatkan ilmu dan keterampilan dirinya dalam menghadapi aneka persoalan yang pasti akan terus meningkat kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur, tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita dan tanggung jawab.<br />
          Ada lima hal yang dapat kita lakukan ketika dihadapkan pada aneka persoalan hidup ini. Diantaranya adalah:<br />
1. Siap<br />
          Siap apa? Siap menghadapi yang cocok dengan yang diinginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan yang diinginkan.<br />
          Kita memang diharuskan memiliki keinginan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar dalam hidup ini, bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah SWT berikan kepada kita. Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.<br />
          Ketahuilah kita punya rencana, Allah SWT pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allah SWT.<br />
          Maka jikalau dilamar seseorang, bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula kalau tidak jadi nikah, karena melamar kita belumlah tentu jodoh terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun orangtuanya.<br />
          Saat mencari pekerjaan, carilah pekerjaan dengan penuh kesungguhan, namun hati harus siap andaikata Allah SWT, tidak mengijinkan karena Allah SWT, tahu tempat jalan rizki yang lebih berkah.<br />
          Berbisnis ria, jadilah seorang profesional yang handal, namun ingat bahwa keuntungan yang besar yang kita rindukan belumlah tentu membawa maslahat bagi dunia akhirat kita, maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Allah SWT. Demikianlah dalam segala urusan apapun yang kita hadapi.</p>
<p>2. Ridho<br />
          Siap menghadapi apapun yang akan terjadi dan bila terjadi maka satu-satunya langkah awal yang harus dilakukan adalah mengolah hati kita agar ridho/rela dengan kenyataan yang ada. Mengapa demikian? Karena walaupun dongkol, uring-uringan, kecewa berat tetap saja kenyataan sudah terjadi. Pendek kata ridho tidak ridho kejadian tetap sudah terjadi, maka lebih baik hati kita ridho saja menerimanya.<br />
          Tentu saja ridho/rela terhadap suatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak bertindak apapun, itu adalah pengertian yang keliru. Pasrah/ridho itu hanya amalan hati kita menerima kenyataan yang ada, tapi hati dan tubuh kita ikhtiar memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhoi Allah SWT dan kondisi hati yang tenang/ridho ini sangat membantu menjadikan proses ikhtiar menjadi positip, optimal dan bermutu.<br />
Orang yang stres adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental menerima kenyataan yang ada, selalu saja pikirannya tidak realistis, tidak sesuai dengan kenyataan, sibuk menyesali dan mengandai-andai dengan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, sungguh kesengsaraan yang dibuat sendiri.<br />
          Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak monoton, ini adalah kenyataan hidup, silahkan kenangan perjalanan hidup kita yang telah lalu benar-benar kita harus arif menyikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin dan hati yang ikhlas. Jangan selimuti diri dengan keluh kesah, semua ini tidak menyelesaiikan masalah, bahkan bisa jadi sebaliknya; menambah masalah.<br />
 <br />
3. Jangan Mempersulit Diri<br />
          Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisir dan mempersulit diri, sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri, selain tidak pada tempatnya, juga pasti membuat masalah akan menjadi besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan aslinya dan tentu ujungnya akan terasa jauh lebih nelangsa, lebih repot dalam menghadapinya/ menyelesaikannya .<br />
          Orang yang menghadapi masa pensiun terkadang jauh sebelumnya sudah sengsara terbayang gaji yang kecil, pasti tidak akan mencukupi kebutuhan padahal saat ini saja sudah pas-pasan, ditambah lagi kebutuhan anak-anak yang kian membengkak, anggaran rumah tangga plus listrik, air, cicilan rumah belum lunas, utang belum terbayar, belum lagi andaikata sakit, tak ada anggaran pengobatan, umur makin menua, fisik kian melemah, semakin panjang derita kita buat, maka semakin panik menghadapi pensiun, tentu saja sangat boleh kita memperkirakan kenyataan yang akan terjadi namun harus terkendali dengan baik jangan sampai perkiraan itu membuat putus asa dan sengsara sebelum waktunya.<br />
          Begitu banyak orang yang sudah pensiun yang ternyata tidak segawat yang diperkirakan atau bahkan jauh lebih tercukupi dan berbagahagia daripada sebleumnya, apakah Allah SWT, Yang Maha Kaya akan menjadi kikir terhadap para pensiunan atau terhadap kakek dan nenek-nenek padahal pensiun hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalani yang tidak mempengaruhi janji dan kasih sayang Allah SWT.<br />
          Maka dalam menghadapi persoalan apapun, jangan hanyut dan tenggelam dalam pikiran yang salah, kita harus tenang, menguasai diri, renungkanlah janji dan jaminan pertolongan Allah SWT, dan bukanlah kita sudah sering melalui masa-masa yang sangat sulit dan ternyata bisa lolos pada akhirnya, tidak segawat yang kita perkirakan sebelumnya.</p>
<p>4. Evaluasi Diri<br />
          Ketahuilah hidup ini bagai gaung di pegunungan, apa yang kita bunyikan suara itu pulalah yang akan kembali pada kita, artinya segala apa yang terjadi pada diri kita adalah buah dari apa yang kita lakukan.<br />
          Allah SWT Mahapeka terhadap apapun yang kita lakukan, dan dengan keadilannya tidak akan meleset siapapun yang berbuat sekecil apapun kebaikan dan setersembunyi apapun, niscaya Allah akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yang terbaik menurutnya, dan sebaliknya kezhaliman sehalus apapun yang kita lakukan yang tampaknya seperti menzhalimi orang lain padahal sesungguhnya kita sedang menzhalimi diri sendiri dan sedang mengundang bencana balasan dari Allah SWT yang pasti lebih getir dan gawat, naudzhubillah.<br />
          Andaikan ada batu yang menghantam kening kita, selain hati harus ridho, kita pun harus merenung, mengapa Allah menimpakan batu ini tepat ke kening kita, padahal lapangan begitu luas dan kepala kita pun begitu kecil? Bisa jadi semua ini peringatan bahwa kita sering lalai bersujud, atau sujud kita lalai dari mengingat-Nya. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, pasti segalanya ada hikmahnya.<br />
          Jangan terjebak hanya menyalahkan dan mendamprat orang lain, karena tindakan emosional seperti ini, sedikit sekali nilai tambah bagi kepribadian kita. Bahkan bila tidak tepat serta berlebihan hanya akan menimbulkan kebencian dan masalah baru.<br />
          Ketahuilah dengan sungguh-sungguh merubah diri, maka berarti pula kita merubah orang lain. Camkan, orang lain tidak hanya punya telinga, namun memiliki mata, perasaan, pikiran yang dapat menilai siapa diri kita yang sebenarnya.<br />
 <br />
5. Hanya Allah-lah Satu-satunya Penolong<br />
          Andaikata kita sadar dan meyakini bahwa bekal yang sangat kokoh untuk mengarungi hidup ini sehingga kita tidak gentar menghadapi persoalan apapun karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita sebenarnya Allah SWT, berikut segala jalan keluar terbaik menurut pengetahuan- Nya Yang Mahasempurna.<br />
          Dan Dia sendiri berjanji akan menuntun memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun karena bagi Dia tidak ada yang rumit dan pelik karena semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.<br />
          Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah tapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongannya kita akan terus berkelana dalam kesusahan, persoalan yang berujung pada persoalan baru, tanpa nilai tambah bagi dunia akhirat kita, benar-benar kerugian yang nyata.</p>
<p>Terimalah ucapan selamat berbahagia bagi saudara-saudaraku yang taat kepada Allah dan semakin taat lagi ketika episode hidupnya dalam kesusahan atau kesenangan dengan tetap menjaga shalat, akhlak mulia, dermawan, hati bersih, dan larut dalam amal-amal yang disukai Allah SWT.</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=25&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/12/5-kiat-praktis-mengatasi-persoalan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>the sun refuses to shine</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/12/the-sun-refuses-to-shine/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/12/the-sun-refuses-to-shine/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 03:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[That was a nice picture&#8230;. but just look more carefully the sun refuses to shine. ( &#8230;..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=23&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rahmadianti.files.wordpress.com/2008/07/sunset.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-22" src="http://rahmadianti.files.wordpress.com/2008/07/sunset.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>That was a nice picture&#8230;.</p>
<p>but just look more carefully the sun refuses to shine.</p>
<p> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> ( &#8230;..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=23&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/07/12/the-sun-refuses-to-shine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmadianti.files.wordpress.com/2008/07/sunset.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menghapus Jejakmu</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/06/09/menghapus-jejakmu/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/06/09/menghapus-jejakmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 01:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Cape&#8230;.. Sampai kapan???? Pasti bener 2 susah en sulit. Secara g tau gimana g . Huh&#8230;..:( Hidup g harus tetap berlanjut. g pasti bisa, Bissmillah&#8230;. &#8220;Every gray cloud has a silver lining&#8221;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=10&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cape&#8230;..</p>
<p>Sampai kapan????</p>
<p>Pasti bener 2 susah en sulit.</p>
<p>Secara g tau gimana g .</p>
<p>Huh&#8230;..:(</p>
<p>Hidup g harus tetap berlanjut.</p>
<p>g pasti bisa, Bissmillah&#8230;.</p>
<p>&#8220;Every gray cloud has a silver lining&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=10&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/06/09/menghapus-jejakmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Over It</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/29/over-it/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/29/over-it/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 02:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Over It&#8221; I&#8217;m over your lies, and I&#8217;m over your games. I&#8217;m over you asking me, when you know I&#8217;m not okay. You call me at night, and I pick up the phone. And though you&#8217;ve been telling me, I know you&#8217;re not alone. oh.. That&#8217;s why (your eyes) I&#8217;m over it (your smile) I&#8217;m [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=12&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Over It&#8221;</p>
<p>I&#8217;m over your lies,<br />
and I&#8217;m over your games.<br />
I&#8217;m over you asking me,<br />
when you know I&#8217;m not okay.<br />
You call me at night,<br />
and I pick up the phone.<br />
And though you&#8217;ve been telling me,<br />
I know you&#8217;re not alone.<br />
oh..</p>
<p>That&#8217;s why<br />
(your eyes)<br />
I&#8217;m over it<br />
(your smile)<br />
I&#8217;m over it<br />
(realize)<br />
I&#8217;m over it<br />
I&#8217;m over it<br />
I&#8217;m over..</p>
<p>Wanting you,<br />
to be wanting me.<br />
No that ain&#8217;t no way to be.<br />
How I feel, read my lips,<br />
because I&#8217;m so over..<br />
Moving on, it&#8217;s my time,<br />
you never were a friend of mine.<br />
Hurt at first, a little bit,<br />
but now I&#8217;m so over.<br />
I&#8217;m so over it..</p>
<p>I&#8217;m over your hands,<br />
and I&#8217;m over your mouth.<br />
Trying to drag me down,<br />
and fill me with self-doubt.<br />
oh..</p>
<p>That&#8217;s why,<br />
(your words)<br />
I&#8217;m over it<br />
(so sure)<br />
I&#8217;m over it<br />
(I&#8217;m not your girl)<br />
I&#8217;m over it<br />
I&#8217;m over it<br />
I&#8217;m over&#8230;</p>
<p>Wanting you,<br />
to be wanting me.<br />
No that ain&#8217;t no way to be.<br />
How I feel, read my lips,<br />
because I&#8217;m so over..<br />
Moving on, it&#8217;s my time,<br />
you never were a friend of mine.<br />
Hurt at first, a little bit,<br />
but now I&#8217;m so over.<br />
I&#8217;m so over it..</p>
<p>Don&#8217;t call,<br />
don&#8217;t come by,<br />
ain&#8217;t no use,<br />
don&#8217;t ask me why,<br />
you&#8217;ll never change,<br />
there&#8217;ll be no more crying in the rain.</p>
<p>Wanting you,<br />
to be wanting me.<br />
No that ain&#8217;t no way to be.<br />
How I feel, read my lips,<br />
because I&#8217;m so over..<br />
Moving on, it&#8217;s my time,<br />
you never were a friend of mine.<br />
Hurt at first, a little bit,<br />
but now I&#8217;m so over.<br />
I&#8217;m so over it..</p>
<p>I&#8217;m so over it&#8230;.<br />
I&#8217;m over it&#8230;.</p>
<p>Wanting you,<br />
to be wanting me.<br />
No that ain&#8217;t no way to be.<br />
How I feel, read my lips,<br />
because I&#8217;m so over..<br />
Moving on, it&#8217;s my time,<br />
you never were a friend of mine.<br />
Hurt at first, a little bit,<br />
but now I&#8217;m so over.<br />
I&#8217;m so over it</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=12&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/29/over-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Dalam Hati</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/14/cinta-dalam-hati/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/14/cinta-dalam-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 02:44:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Ungu &#8211; Cinta Dalam Hati Mungkin ini memang jalan takdirku Mengagumi tanpa di cintai Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia Dengan hidupmu, dengan hidupmu Telah lama kupendam perasaan itu Menunggu hatimu menyambut diriku Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah Bahagia untukku, bahagia untukku Reff: Ku ingin kau tahu Diriku di sini menanti dirimu Meski [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=8&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ungu &#8211; Cinta Dalam Hati</strong></p>
<p>Mungkin ini memang jalan takdirku<br />
Mengagumi tanpa di cintai<br />
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia<br />
Dengan hidupmu, dengan hidupmu</p>
<p>Telah lama kupendam perasaan itu<br />
Menunggu hatimu menyambut diriku<br />
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah<br />
Bahagia untukku, bahagia untukku</p>
<p>Reff:<br />
Ku ingin kau tahu<br />
Diriku di sini menanti dirimu<br />
Meski ku tunggu<br />
Hingga ujung waktuku</p>
<p>Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya<br />
Dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja<br />
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya<br />
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=8&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/14/cinta-dalam-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dmasiv &#8211; Cinta ini Membunuhku</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/05/dmasiv-cinta-ini-membunuhku/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/05/dmasiv-cinta-ini-membunuhku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 02:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Cinta Ini Membunuhku Kau membuat ku berantakan Kau membuat ku tak karuan Kau membuat ku tak berdaya Kau menolakku acuhkan diriku Bagaimana caranya untuk Meruntuhkan kerasnya hatimu Ku sadari ku tak sempurna Ku tak seperti yang kau inginkan [Reff] Kau hancurkan aku dengan sikapmu Tak sadarkah kau telah menyakitiku Lelah hati ini meyakinkanmu Cinta ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=7&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="secondaryColor" style="font-size:11px;">Cinta Ini Membunuhku</div>
<div class="secondaryColor" style="font-size:11px;">
Kau membuat ku berantakan<br />
Kau membuat ku tak karuan<br />
Kau membuat ku tak berdaya<br />
Kau menolakku acuhkan diriku</p>
<p>Bagaimana caranya untuk<br />
Meruntuhkan kerasnya hatimu<br />
Ku sadari ku tak sempurna<br />
Ku tak seperti yang kau inginkan</p>
<p>[Reff]<br />
Kau hancurkan aku dengan sikapmu<br />
Tak sadarkah kau telah menyakitiku<br />
Lelah hati ini meyakinkanmu<br />
Cinta ini membunuhku</p>
<p>Bagaimana caranya untuk<br />
Meruntuhkan kerasnya hatimu<br />
Ku sadari ku tak sempurna<br />
Ku tak seperti yang kau inginkan</p>
<p>Back to Reff</p>
<p>Lelah hati ini meyakinkanmu<br />
Cinta ini membunuhku</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=7&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/04/05/dmasiv-cinta-ini-membunuhku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Wanita Menangis</title>
		<link>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/03/24/ketika-wanita-menangis/</link>
		<comments>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/03/24/ketika-wanita-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 01:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmadianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmadianti.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Wanita Menangis Jika seorang wanita menangis dihadapanmu, Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi. Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis, Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu. Jika kamu membiarkannya pergi, Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu. Selamanya&#8230; . Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, Kecuali didepan orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=5&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Wanita Menangis</p>
<p>Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,<br />
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.</p>
<p>Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,<br />
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.</p>
<p>Jika kamu membiarkannya pergi,<br />
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.<br />
Selamanya&#8230; .</p>
<p>Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,<br />
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi. Dia menjadi lemah.</p>
<p>Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,<br />
Hanya jika dia sangat menyayangimu, Dia akan menurunkan rasa egoisnya.</p>
<p>Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karena mu,<br />
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.<br />
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.</p>
<p>Lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu.<br />
Tolong jangan menyia-nyiakannya.<br />
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.</p>
<p>Saat dia menangis didepanmu, Saat dia menangis karnamu,<br />
Lihatlah matanya&#8230;.<br />
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?</p>
<p>Pikirkan&#8230;.<br />
Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,<br />
Didepanmu dan karenamu&#8230;. ..</p>
<p>Dia menangis bukan karena dia lemah<br />
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan</p>
<p>Dia menangis,<br />
Karena menangis dengan diam-diam<br />
tidaklah memungkinkan lagi.</p>
<p>Lelaki<br />
Pikirkanlah tentang hal itu</p>
<p>Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,<br />
Dan semuanya karena dirimu.</p>
<p>Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,<br />
Hanya kau yang tahu jawabannya.. ..</p>
<p>Pertimbangkanlah</p>
<p>Karena suatu hari nanti<br />
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,<br />
Mungkin akan terlambat untuk bilang &#8216;MAAF&#8217;!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahmadianti.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahmadianti.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmadianti.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmadianti.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmadianti.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmadianti.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmadianti.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmadianti.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmadianti.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmadianti.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmadianti.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmadianti.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmadianti.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmadianti.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmadianti.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmadianti.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmadianti.wordpress.com&amp;blog=3146381&amp;post=5&amp;subd=rahmadianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmadianti.wordpress.com/2008/03/24/ketika-wanita-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/760d45259d5e3433278fbeea6bb1d483?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmadianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
